Sabtu, 13 Februari 2010

Permainan Tradisional

Zaman semakin maju, sehingga banyak permainan tradisional yang makin kini makin terlupakan, sehingga anak-anak zaman sekarang lebih memilih bermain game yang menggunakan tekhnologi, seperti bermain komputer, mobil remote control, dan lain-lain. Dan saat ini akan saya kemukakan beberapa permainan tradisional yang masih dimainkan beberapa anak-anak di daerah-daerah.


1. Galah Asin



Galah Asin atau ada juga yang menyebut Galasin atau Gobak Sodor adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia.Ssebuah permainan kelompok yang terdiri dari dua kelompok, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Cara permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota kelompok harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.


2. Congklak



Conklak yaitu suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan

Nama congklak di berbagai daerah


Sebutan permainan ini berbeda disetiap daerah. Di Malaysia permainan ini lebih dikenal dengan nama congklk dan beberapa daerah di Sumatera dengan kebudayaan Melayu. Sedangkan di Jawa, permainan ini lebih dikenal dengan nama congklak, dakon, dhakon atau dhakonan. Selain itu ada juga di Lampung permainan ini juga dikenal dengan nama dentuman lamban dan sedangkan di Sulawesi permainan ini dikenal dengan nama Mokaotan, Maggaleceng, Aggalacang dan Nogarata. Sedangkan dalam bahasa Inggris, permainan ini disebut Mancala.

3. Petak umpet




Permainan petak umpet ini bisa dimainkan minimal dengan 2 orang, maksimal berapa aja, karena makin banyak yang bermain makin seru pula permainan ini.

Cara bermain petak umpet biasanya dimulai dengan cara Hompimpa yaitu untuk menentukan siapa yang menjadi "kucing" (berperan sebagai penjaga yang mencari teman-temannya yang bersembunyi). Kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik ke tembok sambil berhitung sampai 10, dia berbalik menghadap tembok supaya dia tidak dapat melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi (tempat jaga ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, di beberapa daerah di Jakarta ada yang menyebutnya INGLO, di daerah lain menyebutnya BON dan ada juga yang menamai tempat itu HONG). Dan pada hitungan sepuluh dan setelah teman-temannya bersembunyi, mulailah si "kucing" beraksi mencari teman-temannya tersebut.


4. Gangsing



Gasing adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Selain merupakan mainan anak-anak dan orang dewasa, gasing juga biasanya digunakan untuk berjudi dan ramalan nasib.

Gasing terbuat dari kayu, namun ada saja yang membuat gasing dari plastik, atau bahan-bahan lain. Tali gasing biasanya terbuat dari benang nilon, dan panjangnya berbeda-beda bergantung pada orang yang memainkannya.


5.Egrang



Egrang adalah galah atau tongkat yang digunakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Egrang berjalan adalah egrang yang diperlengkapi dengan tangga sebagai tempat berdiri, atau tali pengikat untuk diikatkan ke kaki, untuk tujuan berjalan selama naik di atas ketinggian normal.


Ada beberapa jenis engrang, yaitu:

-Egrang pegangan
-Egrang pasak
-Egrang drywall
-Egrang pegas

Dari beberapa permainan tradisional tersebut. Mungkin dapa menjadi pelajaran bagi kita bahwa walaupun zaman semakin maju dan dipenuhi dengan berbagai macam game tekhnologi, namun ada baiknya kita lestarikan permainan tradisional kita ini karena merupakan bagian dari budaya bangsa juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar